N A I T O L O G I S T I C S

Wacana strategis untuk memindahkan pelabuhan utama ekspor-impor ke Indonesia Timur sedang ramai dibahas. Jika terealisasi, kebijakan ini bisa mengubah peta maritim Indonesia dan membawa dampak besar bagi perekonomian.

Carmelita Hartoto, Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (INSA), menyambut baik ide ini. Menurutnya, langkah ini bisa jadi peluang emas untuk mengembangkan industri dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.

“Pemindahan pelabuhan ekspor-impor ke Indonesia Timur bisa membuka banyak peluang baru. Wilayah timur bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih dinamis,” kata Carmelita.

Ia menjelaskan beberapa manfaat yang bisa didapat, seperti:

  • Aktivitas pelabuhan lebih ramai, meningkatkan perdagangan.
  • Lapangan kerja baru terbuka untuk masyarakat lokal.
  • Peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan industri logist
  • Dorongan bagi industri pelayaran nasional, termasuk galangan kapal dan jasa perbaikan.

Kebijakan ini juga sejalan dengan semangat cabotage (prioritas kapal lokal) dan upaya memaksimalkan armada kapal nasional.

Dengan potensi sebesar ini, pemindahan pelabuhan ekspor-impor ke Indonesia Timur bisa jadi langkah besar untuk pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi nasion

Meski melihat banyak potensi, Carmelita juga mengakui bahwa rencana pemindahan pelabuhan ekspor-impor ke Indonesia Timur tidak lepas dari tantangan. Kesiapan infrastruktur dan penyesuaian biaya logistik menjadi dua hal utama yang perlu dipersiapkan dengan matang.

“Memang ada beberapa hal yang harus kita antisipasi, seperti infrastruktur pelabuhan dan kesiapan SDM. Tapi, dengan kerja sama semua pihak dan perencanaan yang tepat, tantangan ini justru bisa jadi batu loncatan untuk perbaikan,” ujarnya.

Carmelita menekankan pentingnya pendekatan hati-hati agar dampak terhadap industri manufaktur tidak terganggu dan arus barang tetap lancar. Ia juga menyarankan beberapa langkah strategis:

  • Kajian mendalam sebelum eksekusi kebijakan
  • Dialog terbuka dengan semua pemangku kepentingan
  • Kebijakan berbeda untuk bahan baku dan barang jadi
  • Pengawasan ketat untuk mencegah penyimpangan dalam perdagangan

“Yang terpenting, kita harus bergerak bersama. Jika semua pihak bersinergi, rencana besar ini bisa membawa manfaat nyata bagi Indonesia Timur dan perekonomian nasional,” pungkasnya.


sumber : liputan6.com

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *